Toko membeli barang jadi lalu menjualnya; harga pokoknya jelas, tinggal lihat nota. Pabrik, sekecil apa pun, membuat barangnya: tepung, telur, upah pembuat roti, gas, listrik oven. Berapa harga pokok satu roti? Modul ini menjawabnya dengan satu gagasan: biaya tidak langsung menjadi beban, melainkan "menempel" ke produk dulu.[1]
Tiga unsur biaya
Bayangkan membuat kue untuk dijual di sekolah:
| Unsur | Artinya | Contoh di pabrik roti | Bukan termasuk |
|---|---|---|---|
| Bahan baku langsung | Bahan yang menjadi bagian produk dan bisa dihitung per unit | Tepung, telur, mentega, kemasan | Sabun cuci loyang (terlalu kecil: overhead) |
| Tenaga kerja langsung | Upah orang yang tangannya membuat produk | Upah pembuat dan pemanggang roti | Gaji kasir toko (beban penjualan) |
| Overhead pabrik | Semua biaya dapur yang tidak bisa ditunjuk ke satu roti | Gas, listrik oven, penyusutan oven, sewa dapur, sabun loyang | Iklan, sewa toko, gaji admin (beban usaha, bukan produksi) |
Garis pemisahnya: terjadi di dapur untuk membuat produk (biaya produksi) atau di luar dapur untuk menjual dan mengurus usaha (beban periode). Biaya produksi menempel ke roti; beban periode langsung masuk laba rugi.
Latihan: Unsur biaya yang mana?
Dua belas pengeluaran pabrik roti. Masukkan ke unsur yang tepat.
Kartu 1 dari 12. Skor 0
Tepung terigu 50 kg.
Pengeluaran ini termasuk…
Aliran biaya: tiga persediaan
Toko punya satu persediaan. Pabrik punya tiga: bahan baku (belum diolah), barang dalam proses (sedang dibuat), barang jadi (siap dijual). Biaya mengalir dari satu ke berikutnya, dan hanya keluar dari persediaan saat produknya terjual.[2]
Latihan: Dari tepung sampai HPP
Geser tiga unsur biaya, jumlah roti yang dibuat, dan yang laku. Perhatikan roti yang belum laku tidak menjadi beban.
Pabrik roti rumahan Rina, bulan Maret. Geser tiga unsur biaya, jumlah roti yang dibuat, dan yang laku.
Aliran biaya: dari tiga unsur, masuk ke dapur, jadi roti, lalu sebagian terjual
Tiga unsur biaya
hitam bahan · kuning tenaga kerja · biru overhead
Rp12.500.000
Barang Dalam Proses (dapur)
Semua biaya ditampung di sini selama roti dibuat.
Rp12.500.000
Barang Jadi (rak roti)
Harga pokok produksi per roti: Rp5.000
Rp12.500.000
sisa di rak akhir bulan: Rp2.500.000
Harga Pokok Penjualan
2.000 roti × Rp5.000
Rp10.000.000
baru ini yang jadi beban di laba rugi
- Penjualan (2.000 × Rp8.000)
- 16.000.000
- Harga pokok penjualan
- (10.000.000)
- Laba kotor
- 6.000.000
Tiga jurnal inti bulan ini
Debit Barang Dalam Proses Rp12.500.000 Kredit Persediaan Bahan Baku Rp6.000.000, Utang Gaji Rp4.000.000, Overhead Pabrik Rp2.500.000
Debit Persediaan Barang Jadi Rp12.500.000 Kredit Barang Dalam Proses Rp12.500.000
Debit Harga Pokok Penjualan Rp10.000.000 Kredit Persediaan Barang Jadi Rp10.000.000
Roti yang belum laku (500 roti, Rp2.500.000) belum menjadi beban: ia masih harta di rak. Itulah bedanya pabrik dengan toko: biaya tidak langsung masuk laba rugi, tetapi menempel ke produk dulu, lalu keluar sebagai HPP saat produknya terjual.
Harga pokok produksi dan harga jual
Harga pokok produksi per unit adalah dasar menetapkan harga jual: harga jual harus menutup biaya produksi, beban periode, dan laba. Di simulasi, roti Rp5.000 per unit yang dijual Rp8.000 terlihat untung Rp3.000 per roti, tetapi itu baru laba kotor; iklan, kasir, dan sewa toko masih harus ditutup dari situ. Hitungan titik impasnya ada di modul 26.[3]
Cek pemahaman
0/3 dijawabBahan Rp6 juta, upah pembuat roti Rp4 juta, overhead Rp2,5 juta, dibuat 2.500 roti. Harga pokok produksi per roti…
Dari 2.500 roti, 2.000 laku. Harga pokok penjualan bulan ini…
Gaji kasir di toko roti termasuk…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Yaser Saleh, Q., Barakat AL-Nimer, M., & Abbadi, S. S. (2023). The quality of cost accounting systems in manufacturing firms: A literature review. Cogent Business & Management, 10(1), 2209980. doi:10.1080/23311975.2023.2209980Scopus Q2
Tinjauan atas sistem biaya pabrik: kualitasnya ditentukan oleh cara bahan, tenaga kerja, dan overhead dipisahkan dan dibebankan ke produk. Kerangka tiga unsur biaya di modul ini.
Huerta-Soto, R., Ramirez-Asis, E., Tarazona-Jiménez, J., Nivin-Vargas, L., Norabuena-Figueroa, R., Guzman-Avalos, M., & Reyes-Reyes, C. (2025). Predictable inventory management within dairy supply chain operations. International Journal of Retail & Distribution Management, 53(3), 1–17. doi:10.1108/IJRDM-01-2023-0051Scopus Q1
Catatan persediaan yang akurat membuat pengadaan bisa direncanakan dan stok basi berkurang. Alasan mengapa metode pencatatan dan stock opname perlu dipilih dengan sadar.
Hesford, J. W., Pizzini, M., Turner, M. J., & Vargus, M. (2025). Using Python in management accounting: Monte Carlo simulation for cost-volume-profit analysis. Issues in Accounting Education, 40(3), 185–201. doi:10.2308/ISSUES-2023-065Scopus Q2
Analisis biaya-volume-laba (titik impas) diajarkan dengan simulasi supaya mahasiswa melihat bagaimana harga, biaya tetap, dan biaya variabel saling memengaruhi. Pendekatan yang sama dipakai di simulasi titik impas modul ini.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

