Sampai modul ini, Kedai Kopi Senja adalah usaha jasa: membuat kopi lalu menjualnya. Mulai Februari, Rina juga membeli biji kopi kemasan untuk dijual lagi tanpa diolah. Begitu ada barang yang dibeli untuk dijual kembali, kedai menjadi usaha dagang, dan muncul dua akun baru yang paling penting: dan .[1]
Usaha jasa vs usaha dagang
| Usaha jasa | Usaha dagang | |
|---|---|---|
| Yang dijual | Layanan: kopi diseduh, laundry, potong rambut | Barang yang dibeli dari pemasok lalu dijual lagi |
| Akun khas | Perlengkapan, Peralatan | Persediaan Barang Dagang, Harga Pokok Penjualan |
| Laporan laba rugi | Pendapatan − beban | Penjualan − HPP = laba kotor, lalu − beban |
Persediaan: barang yang menunggu dijual
Saat Rina membeli 500 bungkus biji kopi seharga Rp20.000.000, uang (atau utang) memang keluar. Tetapi ini bukan biaya. Kedai hanya mengubah bentuk hartanya: dari uang menjadi barang. Barang itu dicatat sebagai bernama Barang Dagang.
Jurnalnya: Persediaan Rp20.000.000, Rp20.000.000.
HPP: biaya barang yang sudah terjual
Barang baru menjadi biaya saat terjual. Biaya itu disebut (HPP): harga beli dari barang yang sudah berpindah ke pembeli.
Jadi setiap penjualan barang dagang menghasilkan dua jurnal:
- Mencatat uang yang didapat: Kas (atau ), Penjualan sebesar harga jual.
- Mencatat barang yang keluar: Debit Harga Pokok Penjualan, Kredit Persediaan sebesar harga beli.
Cara mencatat HPP setiap kali ada penjualan ini disebut . Dengan metode ini, saldo Persediaan selalu menunjukkan nilai barang yang masih ada di gudang.
Latihan: Beli, jual, dan lihat ke mana nilainya pergi
Geser jumlah yang dibeli dan terjual.
Nilai barang yang dibeli, Rp20.000.000, terbagi menjadi:
- Penjualan (300 × Rp60.000)
- 18.000.000
- Harga pokok penjualan (300 × Rp40.000)
- (12.000.000)
- Laba kotor
- 6.000.000
Perhatikan: yang jadi biaya (HPP) hanya barang yang sudah terjual. Barang yang masih di gudang tetap aset bernama Persediaan, walaupun uangnya sudah keluar untuk membelinya. Tiap bungkus memberi laba kotor Rp20.000; dari laba kotor itulah gaji, listrik, dan sewa dibayar.
Kalau harga belinya berubah-ubah?
Di contoh ini harga beli selalu Rp40.000, jadi HPP mudah dihitung. Di dunia nyata, harga beli naik turun, dan muncul pertanyaan: barang yang terjual itu "yang dibeli dengan harga mana?". Ada beberapa cara menjawabnya:
- FIFO (first in, first out): anggap barang yang dibeli lebih dulu terjual lebih dulu. Paling umum dan masuk akal untuk barang yang bisa kedaluwarsa.
- Rata-rata: hitung harga rata-rata semua stok, pakai itu untuk HPP.
Mana pun yang dipilih, harus dipakai konsisten dari bulan ke bulan.
Cek pemahaman
0/3 dijawabToko membeli 100 kaus @Rp50.000 untuk dijual. Saat pembelian, yang dicatat adalah…
Dari 100 kaus itu, 40 terjual @Rp80.000. Berapa HPP-nya?
Setelah penjualan itu, saldo Persediaan menjadi…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Panigrahi, R. R., Shrivastava, A. K., & Nudurupati, S. S. (2024). Impact of inventory management on SME performance: a systematic review. International Journal of Productivity and Performance Management, 73(9), 2901–2925. doi:10.1108/IJPPM-08-2023-0428Scopus Q1
Tinjauan 95 penelitian: pengelolaan persediaan yang tercatat baik berkaitan langsung dengan kinerja UKM. Alasan mengapa stok harus dicatat sebagai aset, bukan langsung jadi biaya.
Marzolf, M. J., Miller, J. W., & Peinkofer, S. T. (2024). Retail & wholesale inventories: A literature review and path forward. Journal of Business Logistics, 45(1), e12367. doi:10.1111/jbl.12367Scopus Q1
Peta penelitian tentang persediaan di toko eceran dan grosir, termasuk kaitannya dengan margin laba kotor.
Yeboah, S., Kjærland, F., & Kustec, I. (2025). Resilience in cyclicality: Impact of inventory management efficiency on operational profitability. Managerial and Decision Economics, 46(2), 832–842. doi:10.1002/mde.4406Scopus Q2
Lama barang mengendap di gudang memengaruhi laba operasional. Menjelaskan mengapa HPP dan sisa persediaan perlu dipantau tiap periode.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

