Kas adalah akun yang paling sering bergerak dan paling mudah "bocor".[1] Dua alat sederhana membantu menjaganya: untuk pengeluaran receh, dan untuk mencocokkan catatan kedai dengan catatan bank.[2]
Kas kecil: dompet khusus pengeluaran receh
Beli tisu Rp12.000, parkir Rp2.000, lakban Rp8.000. Kalau setiap pengeluaran seperti ini harus ditransfer dari rekening dan dijurnal satu per satu, kasir tidak akan sempat melayani pelanggan.
adalah sejumlah uang tunai tetap, misalnya Rp500.000, yang dipegang satu orang untuk pengeluaran kecil. Cara kerjanya dengan sistem dana tetap:
- Dibentuk: tarik Rp500.000 dari kas utama. Jurnal: Kas Kecil, Kas.
- Dipakai: tiap pengeluaran cukup dicatat di buku kas kecil dengan bonnya. Belum dijurnal.
- Diisi ulang saat hampir habis, misalnya sudah terpakai Rp420.000: tarik Rp420.000 dari kas utama, dan sekarang semua bon dijurnal sekaligus: Rp300.000, Debit Lain-lain Rp120.000, Kas Rp420.000.
Setelah diisi ulang, kas kecil kembali Rp500.000. Jumlah uang di kotak plus bon-bon yang ada harus selalu Rp500.000. Kalau tidak, ada yang hilang.
Rekonsiliasi bank: dua catatan untuk satu rekening
Rekening bank kedai dicatat oleh dua pihak: bank (lewat mutasi rekening) dan kedai (lewat akun Kas di ). Di akhir bulan, kedua saldo itu hampir selalu berbeda. Bukan karena ada yang salah, tetapi karena ada hal yang satu pihak sudah tahu dan pihak lain belum.
| Yang kedai sudah catat, bank belum | Yang bank sudah catat, kedai belum |
|---|---|
| Setoran dalam perjalanan: setor sore hari, baru masuk mutasi besoknya | Biaya administrasi yang dipotong bank |
| Cek atau transfer beredar: kedai sudah mencatat uang keluar, bank belum memproses | Bunga yang diberikan bank |
| Transfer masuk dari pelanggan yang kedai belum tahu |
adalah mencocokkan keduanya: mulai dari saldo bank, sesuaikan dengan yang bank belum tahu; mulai dari saldo kedai, sesuaikan dengan yang kedai belum tahu. Kalau benar, keduanya bertemu di satu angka: saldo kas yang sesungguhnya.
Hal-hal di kolom kanan (yang kedai belum catat) harus dijurnal sesudahnya, karena catatan kedai memang kurang. Hal-hal di kolom kiri tidak perlu dijurnal; bank akan menyusul sendiri.
Latihan: Cocokkan saldo bank dan saldo kedai
Lima temuan. Tempatkan masing-masing di sisi yang tepat sampai kedua saldo bertemu.
Saldo menurut mutasi bank, 31 Jan
Rp36.000.000
setelah penyesuaian: Rp36.000.000
Saldo menurut catatan kedai, 31 Jan
Rp36.490.000
setelah penyesuaian: Rp36.490.000
Selisih kedua sisi: Rp490.000. Tempatkan tiap temuan di bawah ke sisi yang tepat.
Setoran tunai Rp2.000.000 pada 31 Jan sore belum muncul di mutasi bank.
Transfer ke pemasok Rp1.000.000 pada 31 Jan belum diproses bank.
Bank memotong biaya administrasi Rp15.000.
Bank memberi bunga tabungan Rp25.000.
Seorang pelanggan mentransfer Rp500.000 langsung ke rekening, kedai belum tahu.
Cek pemahaman
0/3 dijawabKas kecil Rp500.000. Saat dihitung, ada uang Rp140.000 dan bon-bon senilai Rp360.000. Kesimpulannya…
Mutasi bank menunjukkan potongan biaya admin Rp15.000 yang belum dicatat kedai. Setelah rekonsiliasi, kedai harus…
Setoran Rp2.000.000 pada 31 Jan sore belum muncul di mutasi bank. Dalam rekonsiliasi, angka ini…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Wijekoon, N., Sharma, U., & Samkin, G. (2025). Decision usefulness of SME financial statements in Sri Lanka. Accounting & Finance, 65(1), 1059–1088. doi:10.1111/acfi.13379Scopus Q1
Siapa yang sebenarnya memakai laporan keuangan usaha kecil: bank, kantor pajak, dan pemilik, dengan kebutuhan yang berbeda. Membantu memahami untuk siapa tiap laporan disusun.
Azizan, A. F., & Ali, M. M. (2024). The effect of internal control mechanism towards fraud prevention in small and medium enterprises. Indonesian Journal of Sustainability Accounting and Management, 8(1), 178–188. doi:10.28992/ijsam.v8i1.843Scopus, SINTA 1
Komponen pengendalian internal, termasuk pencatatan dan pencocokan rutin, berpengaruh besar dalam mencegah kecurangan karyawan di UKM.
Ololade, B. M. (2025). Internal control systems of SMEs in Nigeria: a proactive or reactive strategy against employees' fraud?. Journal of Financial Crime, 32(1), 49–63. doi:10.1108/JFC-10-2023-0259Scopus Q2
Banyak pemilik UKM baru memasang pengendalian kas setelah kecurangan terjadi. Rekonsiliasi bank dan kas kecil adalah pengendalian sederhana yang bisa dipasang sejak awal.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

