Inilah tujuan dari semua langkah sebelumnya. Dari setelah penyesuaian, kita menyusun laporan keuangan: ringkasan yang bisa dibaca pemilik, bank, atau siapa pun tanpa harus melihat jurnal.[1][2]
Untuk usaha perorangan seperti Kedai Kopi Senja, ada tiga laporan utama yang disusun berurutan:
- : untung atau rugi?
- : bagaimana kekayaan pemilik berubah?
- (): apa yang dimiliki dan apa kewajibannya?
Urutannya penting, karena hasil laporan pertama dipakai di laporan kedua, dan hasil laporan kedua dipakai di laporan ketiga.[3]
1. Laporan Laba Rugi
Laporan ini menjawab pertanyaan paling dasar: usaha ini untung atau rugi?
= Total − Total
Isinya diambil dari akun kelompok 4 () dan 5 (). Laporan ini menunjukkan kinerja selama satu periode, misalnya "untuk bulan Januari 2026".
2. Laporan Perubahan Modal
Laporan ini menunjukkan perubahan kekayaan pemilik:
Modal akhir = Modal awal + −
Laba bersih diambil dari . mengurangi modal karena uangnya keluar dari usaha untuk keperluan pribadi.
3. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan ini adalah "foto" kondisi usaha pada satu tanggal, misalnya "per 31 Januari 2026". Isinya adalah persamaan akuntansi yang sudah Anda kenal:
= +
Angka diambil dari modal akhir di .
Laporan keuangan Kedai Kopi Senja
Buka ketiga laporan secara berurutan. Baris berwarna kuning adalah angka yang mengalir dari satu laporan ke laporan berikutnya.
Latihan: Laporan keuangan Januari 2026
Disusun dari neraca saldo setelah penyesuaian.
Klik sebuah angka untuk melihat dari mana asalnya.
Kedai Kopi Senja
Laporan Laba Rugi
Untuk periode Januari 2026
Pendapatan
Beban (biaya)
Membaca hasilnya
Sekarang Rina bisa menjawab pertanyaannya sendiri:[4]
- Untung atau rugi? Untung Rp6.700.000 di bulan pertama.
- Kenapa laba lebih kecil dari uang yang masuk? Pendapatan Rp15.000.000 dikurangi beban gaji, listrik, , dan .
- Berapa kekayaan Rina di kedai? Modal akhir Rp55.700.000, naik dari setoran awal Rp50.000.000.
- Berapa nilai seluruh kedai? Total Rp58.700.000, dengan utang ke pemasok tinggal Rp3.000.000.
Cek apakah Anda sudah hafal akun mana masuk laporan mana.
Latihan: Akun ini masuk laporan mana?
Sebagian akun bisa tampil di dua laporan.
Akun 1 dari 10. Skor 0
Akun ini tampil di laporan mana?
Pendapatan Usaha
Cek pemahaman
0/3 dijawabLaporan mana yang disusun pertama kali?
Modal awal Rp40 juta, laba Rp8 juta, prive Rp3 juta. Berapa modal akhir?
Akumulasi penyusutan ditampilkan di laporan posisi keuangan sebagai…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Perera, D., Chand, P., & Mala, R. (2023). Users' perspective on the usefulness of international financial reporting standards for small and medium-sized enterprises-based financial reports. Meditari Accountancy Research, 31(5), 1133–1164. doi:10.1108/MEDAR-03-2020-0809Scopus Q1
Petugas kredit bank menilai tidak semua bagian laporan UKM sama pentingnya; informasi laba, kas, dan utang yang paling dicari. Standar yang disederhanakan (seperti SAK EMKM) berangkat dari temuan semacam ini.
Wijekoon, N., Sharma, U., & Samkin, G. (2025). Decision usefulness of SME financial statements in Sri Lanka. Accounting & Finance, 65(1), 1059–1088. doi:10.1111/acfi.13379Scopus Q1
Siapa yang sebenarnya memakai laporan keuangan usaha kecil: bank, kantor pajak, dan pemilik, dengan kebutuhan yang berbeda. Membantu memahami untuk siapa tiap laporan disusun.
Utami, T., Sugiri, S., Halim, A., & Sumiyana, S. (2025). Information conveyances: disaggregated accounting earnings and decomposed other comprehensive income accelerations. Accounting Research Journal, 38(3–4), 364–386. doi:10.1108/ARJ-03-2024-0095Scopus Q2
Laba yang disajikan terpisah per komponen memberi informasi lebih banyak daripada satu angka total. Alasan laporan laba rugi dipecah menjadi laba kotor dan laba bersih.
Wijekoon, N., Sharma, U., & Samkin, G. (2024). SME owners and accountants' perceptions of financial information in small- and medium-sized entities: a Sri Lanka case study. Journal of Accounting in Emerging Economies, 14(2), 422–449. doi:10.1108/JAEE-10-2021-0308Scopus Q2
Pemilik UKM lebih mengandalkan catatan internal (jurnal, buku besar, rincian per pelanggan) daripada laporan resmi untuk keputusan sehari-hari.
Rahayu, D., Hanif, A., & Chofifah, G. S. (2024). Understanding of MSME owners in Sidoarjo Regency in the preparation of financial statements based on SAK EMKM. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, 14(4), 880–894. doi:10.22219/jrak.v14i4.28071SINTA 2
Survei 60 pelaku UMKM makanan-minuman di Sidoarjo: pemahaman SAK EMKM lebih ditentukan oleh sosialisasi dan skala usaha daripada tingkat pendidikan. Materi ini dibuat untuk mengisi celah sosialisasi itu.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

