cocok untuk sepuluh sebulan. Tetapi kedai yang ramai bisa punya ratusan sehari, dan sebagian besar bentuknya sama persis: jual tunai, jual tunai, jual tunai. Menulis " Kas, Penjualan" ratusan kali jelas membuang waktu.[1]
Jurnal khusus: satu buku untuk satu jenis transaksi
adalah jurnal yang hanya menampung satu jenis transaksi yang sering terjadi. Karena jenisnya sama, akunnya sudah ditentukan dari awal, jadi tiap transaksi cukup ditulis satu baris. Yang umum dipakai ada empat:
| Jurnal khusus | Menampung | Akun yang selalu terlibat |
|---|---|---|
| Jurnal Penjualan | Penjualan barang yang bayarnya nanti | Debit Piutang Usaha, Kredit Penjualan |
| Jurnal Pembelian | Pembelian barang yang bayarnya nanti | Debit Persediaan (atau Pembelian), Kredit Utang Usaha |
| Jurnal Penerimaan Kas | Semua uang masuk: jual tunai, pelunasan piutang, setoran modal | Debit Kas |
| Jurnal Pengeluaran Kas | Semua uang keluar: bayar gaji, bayar utang, beli tunai | Kredit Kas |
Transaksi yang tidak masuk ke empat jurnal itu, misalnya retur barang atau , tetap dicatat di .
Latihan: Jurnal mana?
Sepuluh transaksi kedai. Tentukan jurnal khusus yang tepat.
Transaksi 1 dari 10. Skor 0
Menjual 20 bungkus kopi kemasan ke kafe, dibayar bulan depan.
Dicatat di jurnal mana?
Posting dari jurnal khusus
Keuntungan besar : ke cukup sebulan sekali, dengan jumlah totalnya. Seratus penjualan tunai dalam sebulan diposting ke akun Kas dan Penjualan sebagai satu angka total, bukan seratus baris.
Contoh jurnal penerimaan kas Kedai Kopi Senja untuk Januari:
| Tanggal | Keterangan | Debit Kas | Kredit Penjualan | Kredit Piutang | Kredit Lain-lain |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 Jan | Setoran modal Rina | 50.000.000 | 50.000.000 (Modal) | ||
| 10 Jan | Penjualan tunai | 12.000.000 | 12.000.000 | ||
| 30 Jan | Pelunasan dari kantor | 1.500.000 | 1.500.000 | ||
| Jumlah | 63.500.000 | 12.000.000 | 1.500.000 | 50.000.000 |
Hanya baris Jumlah yang diposting ke : Kas 63.500.000, Penjualan kredit 12.000.000, kredit 1.500.000. Kolom "Lain-lain" diposting satu per satu karena akunnya berbeda-beda.
Buku pembantu: rincian per orang
Akun di buku besar hanya bilang "total tagihan ke pelanggan Rp1.500.000". Tetapi kalau pelanggannya lima kantor, Rina perlu tahu siapa berutang berapa. Untuk itu ada : satu halaman untuk setiap pelanggan.
| Pelanggan | Tagihan | Dibayar | Sisa |
|---|---|---|---|
| Kantor Maju Jaya | 3.000.000 | 1.500.000 | 1.500.000 |
| Jumlah | 3.000.000 | 1.500.000 | 1.500.000 |
Jumlah di harus selalu sama dengan saldo akun di buku besar. Hal yang sama berlaku untuk buku pembantu utang (per pemasok) dan buku pembantu (per jenis barang).[2]
Cek pemahaman
0/2 dijawabKedai menjual kopi seduh tunai Rp450.000. Dicatat di…
Saldo akun Piutang Usaha di buku besar Rp5.000.000, tetapi jumlah semua halaman buku pembantu piutang Rp4.200.000. Artinya…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Wijekoon, N., Sharma, U., & Samkin, G. (2024). SME owners and accountants' perceptions of financial information in small- and medium-sized entities: a Sri Lanka case study. Journal of Accounting in Emerging Economies, 14(2), 422–449. doi:10.1108/JAEE-10-2021-0308Scopus Q2
Pemilik UKM lebih mengandalkan catatan internal (jurnal, buku besar, rincian per pelanggan) daripada laporan resmi untuk keputusan sehari-hari.
Azizan, A. F., & Ali, M. M. (2024). The effect of internal control mechanism towards fraud prevention in small and medium enterprises. Indonesian Journal of Sustainability Accounting and Management, 8(1), 178–188. doi:10.28992/ijsam.v8i1.843Scopus, SINTA 1
Komponen pengendalian internal, termasuk pencatatan dan pencocokan rutin, berpengaruh besar dalam mencegah kecurangan karyawan di UKM.
Panjaitan, J. M. P., Sumiyana, S., Wivaqussaniyyah, W., & Nugroho, A. H. L. (2025). Indonesian SMEs' learning orientation to acquire intellectual demands, social entrepreneurship and environmental governance for enhancing digital transformation and sustainability. International Journal of Social Economics, 53(3), 434–449. doi:10.1108/IJSE-03-2023-0196Scopus Q2
UKM Indonesia yang punya orientasi belajar lebih siap bertransformasi digital dan bertahan. Kemauan belajar mengelola catatan keuangan adalah bagian dari orientasi itu.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

