Rina sudah seimbang. Tetapi apakah angkanya sudah mencerminkan kenyataan? Belum tentu.
Kenapa perlu penyesuaian?
Beberapa hal terjadi sedikit demi sedikit setiap hari, sehingga tidak dicatat sebagai :
- Biji kopi dan susu terpakai setiap kali membuat minuman.
- Mesin kopi makin tua dan nilainya menurun.
- Sewa yang dibayar di muka untuk setahun terpakai sebulan demi sebulan.
Kalau tidak disesuaikan, laporan keuangan akan terlihat lebih bagus dari kenyataan: terlalu besar dan laba terlalu tinggi.[1][2]
dibuat di akhir periode untuk membetulkan hal-hal ini, supaya setiap dan dicatat di periode yang tepat.
Penyesuaian 1: perlengkapan terpakai
Rina membeli Rp5.000.000. Di akhir Januari, setelah dihitung di gudang, sisanya tinggal Rp2.000.000. Artinya Rp3.000.000 sudah terpakai.
Yang terpakai bukan lagi . Nilainya pindah menjadi :
- Beban Rp3.000.000 (beban bertambah)
- Perlengkapan Rp3.000.000 (aset berkurang)
Penyesuaian 2: penyusutan peralatan
Mesin kopi seharga Rp18.000.000 diperkirakan bisa dipakai 5 tahun, yaitu 60 bulan. Setiap bulan, sebagian nilainya "habis terpakai":
Rp18.000.000 ÷ 60 bulan = Rp300.000 per bulan
Inilah . Pencatatannya sedikit berbeda. Akun tidak dikurangi langsung. Pengurangannya dikumpulkan di akun khusus bernama :
- Beban Peralatan Rp300.000
- Peralatan Rp300.000
Supaya kebayang, putar waktu 60 bulan ke depan dan lihat bagaimana nilai mesin kopi berpindah sedikit demi sedikit dari "nilai buku" ke "akumulasi penyusutan".
Latihan: Mesin kopi menyusut bulan demi bulan
Rp18.000.000 dibagi 60 bulan.
Bulan ke-1 dari 60 (tahun ke-1)
- Beban penyusutan bulan ini
- Rp300.000
- Sama setiap bulan, masuk laporan laba rugi
- Akumulasi penyusutan
- Rp300.000
- Terus bertambah, pengurang aset di neraca
- Nilai buku peralatan
- Rp17.700.000
- 18.000.000 dikurangi akumulasi
Coba sendiri
Ubah sisa perlengkapan dan umur mesin. Perhatikan bagaimana jurnal dan ikut berubah.
Latihan: Simulasi penyesuaian
Angka awal sesuai kasus Kedai Kopi Senja.
Jurnal penyesuaian yang terbentuk:
| Tanggal | Akun dan keterangan | Ref | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 31 Jan | Beban Perlengkapan | 503 | 3.000.000 | |
| Perlengkapan | 103 | 3.000.000 | ||
| (Perlengkapan terpakai) | ||||
| 31 Jan | Beban Penyusutan Peralatan | 504 | 300.000 | |
| Akumulasi Penyusutan Peralatan | 122 | 300.000 | ||
| (Penyusutan peralatan) | ||||
| Jumlah | 3.300.000 | 3.300.000 | ||
Laba tanpa penyesuaian
Rp10.000.000
Terlihat lebih besar dari kenyataan
Laba setelah penyesuaian
Rp6.700.000
Selisih Rp3.300.000 adalah biaya yang tadinya belum tercatat
Hasil penyesuaian Kedai Kopi Senja
| Tanggal | Akun dan keterangan | Ref | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 31 Jan | Beban Perlengkapan | 503 | 3.000.000 | |
| Perlengkapan | 103 | 3.000.000 | ||
| (Perlengkapan terpakai) | ||||
| 31 Jan | Beban Penyusutan Peralatan | 504 | 300.000 | |
| Akumulasi Penyusutan Peralatan | 122 | 300.000 | ||
| (Penyusutan peralatan) | ||||
| Jumlah | 3.300.000 | 3.300.000 | ||
Setelah diposting, saldonya menjadi seperti ini. Perhatikan akun-akun baru yang muncul.
Latihan: Neraca saldo setelah penyesuaian
Kedai Kopi Senja · Neraca Saldo Setelah Penyesuaian · per 31 Januari 2026
| Kode | Nama akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 101 | Kas | 37.500.000 | |
| 102 | Piutang Usaha | 1.500.000 | |
| 103 | Perlengkapan | 2.000.000 | |
| 121 | Peralatan | 18.000.000 | |
| 122 | Akumulasi Penyusutan Peralatan | 300.000 | |
| 201 | Utang Usaha | 3.000.000 | |
| 301 | Modal Rina | 50.000.000 | |
| 302 | Prive Rina | 1.000.000 | |
| 401 | Pendapatan Usaha | 15.000.000 | |
| 501 | Beban Gaji | 4.000.000 | |
| 502 | Beban Listrik dan Air | 1.000.000 | |
| 503 | Beban Perlengkapan | 3.000.000 | |
| 504 | Beban Penyusutan Peralatan | 300.000 | |
| Jumlah | 68.300.000 | 68.300.000 | |
Seimbang: total debit sama dengan total kredit.
Cek pemahaman
0/3 dijawabKapan jurnal penyesuaian dibuat?
Mobil Rp120.000.000 diperkirakan dipakai 10 tahun. Berapa penyusutan per bulan?
Jika penyesuaian lupa dibuat, laba di laporan akan terlihat…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Liu, S., & Skerratt, L. (2025). The prediction of future cash flow for UK private companies. Journal of Small Business Management, 63(4), 1884–1920. doi:10.1080/00472778.2024.2416044Scopus Q1
Menguji seberapa baik laba berbasis akrual perusahaan kecil meramalkan arus kas berikutnya. Menunjukkan bahwa laba dan kas memang dua ukuran yang berbeda dan saling melengkapi.
Sumiyana, S., Na'im, A., Kurniawan, F., & Nugroho, A. H. L. (2023). Earnings management and financial distress or soundness determining CEOs' future over- and under-investment decisions. Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), . doi:10.1057/s41599-023-01638-6Scopus Q1
Laba berbasis akrual bisa 'dikelola' lewat pilihan pencatatan, sedangkan kas jauh lebih sulit direkayasa. Alasan laporan arus kas dibaca berdampingan dengan laba rugi.
Rahayu, D., Hanif, A., & Chofifah, G. S. (2024). Understanding of MSME owners in Sidoarjo Regency in the preparation of financial statements based on SAK EMKM. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, 14(4), 880–894. doi:10.22219/jrak.v14i4.28071SINTA 2
Survei 60 pelaku UMKM makanan-minuman di Sidoarjo: pemahaman SAK EMKM lebih ditentukan oleh sosialisasi dan skala usaha daripada tingkat pendidikan. Materi ini dibuat untuk mengisi celah sosialisasi itu.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

