Laporan laba rugi usaha jasa hanya punya satu tingkat: dikurangi . Usaha dagang punya dua tingkat, karena ada biaya barang yang harus dipisahkan dari biaya menjalankan toko. Dua tingkat ini memberi dua jawaban berbeda untuk pertanyaan "untung berapa?".[1]
Bentuk laporan laba rugi dagang
Penjualan − retur − diskon = Penjualan bersih
Penjualan bersih − HPP = Laba kotor
Laba kotor − beban operasional = Laba bersih
- menjawab: apakah harga jual cukup jauh di atas harga beli? Ini laba "dari barangnya saja".
- menjawab: setelah gaji, listrik, dan sewa, apakah masih tersisa?
Klik tiap angka di laporan untuk melihat Februari yang membentuknya.
Latihan: Laporan laba rugi Februari
Disusun dari jurnal Februari yang Anda kerjakan di modul sebelumnya.
Kedai Kopi Senja
Laporan Laba Rugi (usaha dagang)
Untuk periode Februari 2026. Klik angka untuk melihat asalnya.
Penjualan
Beban operasional
Dua tingkat laba: laba kotor menunjukkan apakah harga jual sudah cukup di atas harga beli; laba bersih menunjukkan apakah laba kotor itu cukup untuk menutup biaya operasional. Kedai bisa punya laba kotor besar tetapi rugi bersih kalau biayanya terlalu tinggi.
Membaca hasilnya
- Penjualan Rp27.000.000, tetapi setelah retur dan diskon, yang benar-benar dihasilkan Rp26.232.000.
- HPP Rp17.600.000, jadi Rp8.632.000. Dari tiap Rp100 , sekitar Rp33 adalah laba kotor. Angka ini disebut margin laba kotor.[2]
- operasional Rp5.000.000, jadi Rp3.632.000.
Kalau bulan depan margin laba kotor turun, Rina tahu masalahnya di harga: harga beli naik atau terlalu banyak diskon. Kalau margin kotor tetap tetapi laba bersih turun, masalahnya di biaya operasional. Dua tingkat laba membuat sumber masalah lebih cepat ketemu.[3][4]
Posisi keuangan dan penutupan
Bagian lain siklusnya tidak berubah. Di neraca, tampil sebagai lancar (barang yang siap dijual). Saat menutup buku, akun HPP, , dan ditutup bersama beban lainnya, karena ketiganya akun sementara.
Cek pemahaman
0/2 dijawabPenjualan Rp10.000.000, retur Rp500.000, HPP Rp6.000.000, beban Rp2.000.000. Laba kotornya…
Margin laba kotor toko turun dari 40% ke 25%, padahal beban operasional tetap. Yang paling mungkin terjadi…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Utami, T., Sugiri, S., Halim, A., & Sumiyana, S. (2025). Information conveyances: disaggregated accounting earnings and decomposed other comprehensive income accelerations. Accounting Research Journal, 38(3–4), 364–386. doi:10.1108/ARJ-03-2024-0095Scopus Q2
Laba yang disajikan terpisah per komponen memberi informasi lebih banyak daripada satu angka total. Alasan laporan laba rugi dipecah menjadi laba kotor dan laba bersih.
Yeboah, S., Kjærland, F., & Kustec, I. (2025). Resilience in cyclicality: Impact of inventory management efficiency on operational profitability. Managerial and Decision Economics, 46(2), 832–842. doi:10.1002/mde.4406Scopus Q2
Lama barang mengendap di gudang memengaruhi laba operasional. Menjelaskan mengapa HPP dan sisa persediaan perlu dipantau tiap periode.
Roffia, P., Benavides, M., & Carrilero, A. (2024). Cost accounting practices in SMEs: liability of age and other factors that hinder or burst its implementation in turbulent years. International Entrepreneurship and Management Journal, 20(1), 115–139. doi:10.1007/s11365-023-00938-2Scopus Q1
UKM yang menghitung biaya dan margin dengan rapi lebih mampu menjaga harga saat persaingan ketat. Dasar pentingnya memisahkan HPP dari biaya operasional.
Jahan, N., & Sivadasan, P. (2025). Do analysts' gross margin forecasts influence manager's decisions to recognize inventory losses?. Journal of Business Finance & Accounting, 52(2), 785–816. doi:10.1111/jbfa.12828Scopus Q1
Margin laba kotor adalah angka yang diawasi ketat karena langsung menunjukkan sehat tidaknya harga jual terhadap harga beli, dan penurunan nilai persediaan menekannya.
Perera, D., Chand, P., & Mala, R. (2023). Users' perspective on the usefulness of international financial reporting standards for small and medium-sized enterprises-based financial reports. Meditari Accountancy Research, 31(5), 1133–1164. doi:10.1108/MEDAR-03-2020-0809Scopus Q1
Petugas kredit bank menilai tidak semua bagian laporan UKM sama pentingnya; informasi laba, kas, dan utang yang paling dicari. Standar yang disederhanakan (seperti SAK EMKM) berangkat dari temuan semacam ini.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

