Semua modul sebelumnya mencatat yang sudah terjadi. Modul ini menghadap ke depan: tiga bulan lagi, apakah kasnya cukup? Pertanyaan itu yang membedakan pemilik yang kaget saat gaji jatuh tempo dari pemilik yang sudah tahu sejak bulan lalu. Alatnya sederhana, dan datanya sudah Anda punya.[1]
Kas bukan laba
Di modul 14 Anda melihat laba Rp6,7 juta tetapi kas naik Rp37,5 juta. Arah sebaliknya juga sering terjadi: laba bagus, kas habis, karena penjualannya kredit, stoknya menumpuk, dan ada mesin yang dibeli tunai. Anggaran kas mengikuti uang, bukan laba: pakai tanggal cair, bukan tanggal nota.[2]
Tiga pertanyaan untuk setiap angka di anggaran:
- Berapa? Pakai rata-rata tiga bulan terakhir dari catatan, dikoreksi musim (libur sekolah, Lebaran, musim hujan).
- Kapan uangnya bergerak? Penjualan tunai dan QRIS: hari itu atau H+1. Penjualan ke kantin dengan tempo 30 hari: bulan depan. Gaji: tanggal 1. Sewa: setahun sekali di muka.
- Apa yang tidak rutin? Beli mesin, THR, pajak tahunan, bayar pokok pinjaman. Inilah yang paling sering membuat kaget.
Latihan: Tiga bulan ke depan di Kedai Rina
Geser perkiraan penjualan, porsi tunai, biaya, dan rencana beli mesin. Grafik menunjukkan bulan mana kas menipis.
Kedai Rina merencanakan Juli sampai Oktober. Agustus biasanya sepi (libur sekolah), Oktober ramai. Geser asumsinya dan lihat kapan kas menipis.
Saldo kas akhir bulan (garis putus-putus = kas minimal yang ingin dijaga)
| Rp juta | Juli | Agustus | September | Oktober |
|---|---|---|---|---|
| Masuk: penjualan tunai | 42 | 32 | 49 | 56 |
| Masuk: piutang bulan lalu cair | 15 | 18 | 14 | 21 |
| Keluar: bahan | (33) | (25) | (39) | (44) |
| Keluar: biaya tetap | (22) | (22) | (22) | (22) |
| Keluar: mesin | -0 | -0 | -0 | -0 |
| Kas bersih bulan ini | 2 | 3 | 2 | 11 |
| Saldo akhir | 17 | 20 | 22 | 33 |
Aman: kas terendah Rp17.000.000 di Juli, masih di atas batas yang dijaga. Kalau ada rencana besar, inilah bulan yang perlu dihindari.
Membaca hasilnya
Perhatikan di simulasi: menggeser pembelian mesin dari Agustus (bulan sepi) ke Oktober (bulan ramai) bisa mengubah "kas minus" menjadi "aman" tanpa mengubah apa pun yang lain. Itulah keputusan yang hanya bisa diambil kalau anggarannya ada. Tiga tindakan yang biasanya tersedia saat kas diperkirakan tipis:
- Geser pengeluaran besar ke bulan yang ramai.
- Percepat uang masuk: tagih piutang lebih rajin, beri diskon bayar cepat, dorong QRIS dibanding tempo.
- Siapkan pinjaman jangka pendek sebelum dibutuhkan; bank lebih mudah memberi saat kas masih ada daripada saat sudah minus.[3]
Kas minimal: bantal pengaman
Tentukan jumlah kas yang tidak boleh disentuh, biasanya satu sampai dua bulan biaya tetap. Anggaran kas yang menyentuh garis itu adalah peringatan dini, bukan bencana. Usaha yang punya bantal pengaman bertahan melewati bulan sepi; yang tidak, terpaksa berutang mahal atau menutup kedai justru saat pelanggan mulai kembali.[4]
Cek pemahaman
0/3 dijawabPenjualan Agustus Rp45 juta, 70% tunai, sisanya tempo 30 hari. Uang dari penjualan Agustus yang masuk di Agustus…
Mesin Rp40 juta dibeli tunai di Agustus, disusutkan 5 tahun. Di anggaran kas Agustus, yang keluar…
Anggaran menunjukkan kas minus di September. Tindakan yang paling masuk akal…
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Liu, S., & Skerratt, L. (2025). The prediction of future cash flow for UK private companies. Journal of Small Business Management, 63(4), 1884–1920. doi:10.1080/00472778.2024.2416044Scopus Q1
Pada perusahaan tertutup, laba dan arus kas tahun ini cukup baik meramalkan kas tahun depan. Dasar bahwa proyeksi kas sederhana dari catatan sendiri memang berguna.
Wijekoon, N., Sharma, U., & Samkin, G. (2025). Decision usefulness of SME financial statements in Sri Lanka. Accounting & Finance, 65(1), 1059–1088. doi:10.1111/acfi.13379Scopus Q1
Siapa yang sebenarnya memakai laporan keuangan usaha kecil: bank, kantor pajak, dan pemilik, dengan kebutuhan yang berbeda. Membantu memahami untuk siapa tiap laporan disusun.
Mang'ana, K. M. (2026). Financial management practices and Agri-SME performance: does subjective financial literacy hold the key?. Cogent Business & Management, 13(1), 2612787. doi:10.1080/23311975.2026.2612787Scopus Q2
Praktik mengelola keuangan (anggaran, analisis laporan, pengelolaan kas) menaikkan kinerja UKM, dan efeknya makin kuat bila pemilik merasa paham angka. Modul ini melatih kepahaman itu.
Duve, M., & Schutte, D. P. (2025). Unmooring tax compliance: The impact of information technology in the Zimbabwean small firms under presumptive taxation. Social Sciences & Humanities Open, 11, 101422. doi:10.1016/j.ssaho.2025.101422Scopus Q1
Di skema pajak berbasis omzet (serupa PPh final UMKM), pencatatan digital menurunkan beban administrasi dan menaikkan kepatuhan usaha kecil.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

