Bank meminta "laporan keuangan sesuai standar". Kedengarannya menakutkan, padahal untuk usaha kecil standarnya justru dibuat sesederhana mungkin: SAK EMKM, Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Hanya tiga laporan, aturannya pendek, dan semuanya sudah Anda pelajari di modul 1 sampai 18.[1]
Siapa yang boleh memakainya?
Dua syarat: memenuhi kriteria UMKM menurut undang-undang (dua tahun berturut-turut), dan tidak punya akuntabilitas publik yang signifikan, artinya tidak menghimpun dana masyarakat dan tidak tercatat di bursa.
Latihan: Apakah usaha ini boleh memakai SAK EMKM?
Geser modal dan omzetnya. Centang bila usaha menghimpun dana masyarakat.
Usaha mikro: boleh memakai SAK EMKM, asalkan dua tahun berturut-turut memenuhi kriteria ini.
Batas menurut PP 7/2021: mikro modal ≤ Rp1 miliar dan omzet ≤ Rp2 miliar; kecil ≤ Rp5 miliar dan ≤ Rp15 miliar; menengah ≤ Rp10 miliar dan ≤ Rp50 miliar.
Tiga laporan, bukan lima
| Laporan | Isi | Dari modul |
|---|---|---|
| Posisi keuangan | Aset, liabilitas, ekuitas pada tanggal tertentu | 13 |
| Laba rugi | Pendapatan dan beban selama periode | 13, 18 |
| Catatan atas laporan keuangan | Pernyataan memakai SAK EMKM, kebijakan akuntansi, rincian pos penting | modul ini |
Laporan arus kas (modul 14) dan perubahan modal boleh disusun, dan bank sering tetap memintanya, tetapi tidak diwajibkan standar. Petugas kredit paling mencari tiga hal: laba, kas, dan utang; SAK EMKM dibangun di sekitar kebutuhan itu.[2]
Latihan: Masuk laporan yang mana?
Dua belas pos dari Kedai Rina. Tempatkan ke laporan yang tepat menurut SAK EMKM.
Kartu 1 dari 12. Skor 0
Kas dan setara kas Rp12 juta.
Pos ini muncul di…
Catatan atas laporan keuangan: bagian yang paling sering kosong
Tanpa catatan, dua laporan lainnya sulit dipercaya: pembaca tidak tahu persediaan dihitung dengan FIFO atau rata-rata, mesin disusutkan berapa tahun, atau apakah ada utang ke pemilik. Catatan minimal berisi:
- Informasi umum: nama usaha, bentuk (perorangan, CV, PT), kegiatan utama, tanggal laporan.
- Pernyataan kepatuhan: "disusun sesuai SAK EMKM".
- Kebijakan akuntansi: basis akrual, biaya historis, metode persediaan, metode dan umur penyusutan, pengakuan pendapatan.
- Rincian pos penting: aset tetap per jenis, utang per kreditur, piutang per kelompok umur.
Semua itu sudah Anda putuskan di modul 2, 19, dan 21; catatan hanya menuliskannya.[3]
Cek pemahaman
0/3 dijawabLaporan yang wajib menurut SAK EMKM adalah…
Koperasi simpan pinjam beromzet Rp3 miliar ingin memakai SAK EMKM. Boleh?
Metode penyusutan dan umur aset tetap dicantumkan di…
Sumber
- Ikatan Akuntan Indonesia, SAK EMKM (berlaku efektif 1 Januari 2018)
- PP 7 Tahun 2021 Pasal 35–36 (kriteria usaha mikro, kecil, menengah)
Rujukan
Angka dalam kurung siku di dalam teks, misalnya [1], merujuk ke daftar ini. Semua artikel terbit 2023–2025; peringkat jurnal mengikuti Scimago (Scopus) atau akreditasi SINTA saat materi disusun.
Fanani, Z., Puji Rahayu, A., & Erlando, A. (2024). Determining factors to implementing IFRS for SMEs: a study in International Accounting Standards Board countries. Cogent Business & Management, 11(1), 2420767. doi:10.1080/23311975.2024.2420767Scopus Q2
Standar pelaporan yang disederhanakan untuk UKM diadopsi lebih luas bila aturannya ringkas dan biaya penyusunannya kecil. SAK EMKM adalah versi Indonesia dari gagasan itu.
Wijekoon, N., Sharma, U., & Samkin, G. (2025). Decision usefulness of SME financial statements in Sri Lanka. Accounting & Finance, 65(1), 1059–1088. doi:10.1111/acfi.13379Scopus Q1
Siapa yang sebenarnya memakai laporan keuangan usaha kecil: bank, kantor pajak, dan pemilik, dengan kebutuhan yang berbeda. Membantu memahami untuk siapa tiap laporan disusun.
Rahayu, D., Hanif, A., & Chofifah, G. S. (2024). Understanding of MSME owners in Sidoarjo Regency in the preparation of financial statements based on SAK EMKM. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, 14(4), 880–894. doi:10.22219/jrak.v14i4.28071SINTA 2
Survei 60 pelaku UMKM makanan-minuman di Sidoarjo: pemahaman SAK EMKM lebih ditentukan oleh sosialisasi dan skala usaha daripada tingkat pendidikan. Materi ini dibuat untuk mengisi celah sosialisasi itu.
Selleslagh, T., & Ceustermans, S. (2025). The usefulness of financial reporting quality in the access to bank debt for private firms. Accounting in Europe, 22(1), 76–102. doi:10.1080/17449480.2024.2332397Scopus Q2
Laporan keuangan yang berkualitas memudahkan perusahaan tertutup mendapat pinjaman bank. Aset tetap, piutang, dan utang yang dicatat benar adalah inti kualitas itu.
Daftar lengkap semua rujukan ada di halaman Rujukan.

